Pemilu 2024: Tiga pasangan capres-cawapres akan bertarung dalam Pilpres, apa saja visi dan misi mereka?

capres, pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (cawapres) peserta Pilpres 2024 yang telah lolos proses verifikasi pada Senin (13/11).

Komisioner KPU Idham Holik menyatakan bahwa ketiga pasangan capres-cawapres yang telah mendaftar ke KPU “memenuhi syarat dan dinyatakan pasangan capres-cawapres untuk pemilu serentak 2024”.

Sebelumnya, tiga pasangan bakal capres dan cawapres telah mendaftar ke KPU untuk bertarung dalam Pilpres 2024 adalah pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sebelum ditetapkan sebagai pasangan capres-cawapres oleh KPU, mereka harus melalui proses verifikasi. Proses ini penting untuk memastikan semua capres dan cawapres memenuhi syarat dan kriteria yang telah ditetapkan oleh KPU sebelum diumumkan sebagai peserta resmi Pilpres 2024.

Sektor ekonomi menjadi prioritas pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, meski masing-masing memiliki fokus berbeda. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dianggap tanpa “gebrakan” karena hanya bertumpu pada klaim keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

https://www.bbc.com/ws/av-embeds/cps/indonesia/indonesia-67376682/p0gsszyr/idKeterangan video,

Pilpres 2024: Adu visi-misi tiga capres-cawapres

Kata-kata seperti “ekonomi”, “adil dan makmur”, serta “bangun” menjadi frasa yang paling sering muncul dalam dokumen visi dan misi pasangan capres-capres. Sayangnya, isu krisis iklim dan lingkungan belum menjadi perhatian ketiga pasangan capres-cawapres yang bertarung dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Visi dan misi ini dapat membantu memahami prioritas masing-masing pasangan dan mendapatkan gambaran rencana kerja mereka, menurut Derry Wijaya, ilmuwan data dari Monash University Indonesia, yang melakukan analisis data dokumen visi misi pasangan capres-cawapres.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Gadjah Mada, Nyarwi Ahmad, menyebut dokumen visi misi ini menunjukkan “kualitas, perspektif, dan pemikiran kenegarawanan” masing-masing pasangan capres-cawapres.

Siapa kandidat presiden dalam Pemilu 2024?

Ketuk foto di bawah untuk membuka profil mereka

Anies Baswedan & Muhaimin Iskandar

Anies Baswedan & Muhaimin Iskandar
Nasdem
PKB
PKS

Ganjar Pranowo & Mahfud MD

Ganjar Pranowo & Mahfud MD
PDIP
PPP
Perindo
Hanura

Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka

Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka
Gerindra
Golkar
PAN
Demokrat
PSI

Adapun, peneliti senior pusat riset politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor menganggap apa yang dia sebut sebagai “manifesto politik” ini penting bagi pemilih untuk mengetahui “karakter ideologi” dan “janji” masing-masing pasangan capres-cawapres. Sayangnya, masih sedikit yang menyadari pentingnya visi dan misi ini.

“Kesadaran pentingnya visi misi atau manifesto politik ini belum menyeluruh ke rakyat Indonesia dan rakyat Indonesia hanya sebagian saja yang paham makna visi misi, sebagian besar tidak peduli atau bahkan tidak tahu,” ujar Firman kepada BBC News Indonesia, Jumat (10/11).

“Yang mereka tahu hal-hal yang sifatnya di permukaan saja, seperti¬†statement-statement¬†lepas,” kata Firman kemudian.

‘Digital’, ‘adil dan makmur’, dan ‘bangun’

Salah satu yang disyaratkan oleh KPU adalah kandidat capres-cawapres harus menyerahkan dokumen visi, misi, dan program ketika menjalankan pemerintahan di masa mendatang.

Analisis yang dilakukan Data & Democracy Research Hub Monash University Indonesia, visi dan misi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sama-sama memiliki fokus pada sektor ekonomi.

Meski begitu, pasangan Anies-Muhaimin menekankan pada keadilan dan kemakmuran, sementara visi dan misi Ganjar-Mahfud menekankan pada aspek digital dan digitalisasi masyarakat. Adapun pasangan Prabowo-Gibran, berfokus pada usaha membangun bangsa dan masyarakat yang kuat.

Co-Director Data & Democracy Research Hub, Monash University Indonesia, Derry Wijaya mengatakan bahwa hasil tersebut diperoleh setelah menganalisis visi misi tersebut berdasar jumlah kata yang paling banyak digunakan dalam dokumen visi misi masing-masing pasangan.

Mula-mula, file visi-misi berformat pdf di convert terlebih dahulu menjadi format .txt untuk diekstrak teksnya. Kemudian, dilakukan cleaning pada teks tersebut, dengan:

  • Penghilangan karakter-karakter non-alfabet (simbol, angka).
  • Stemming/lemmatization, yaitu pengubahan setiap kata menjadi kata akar/baku-nya.
  • Tokenization, yaitu pemisahan teks menjadi token-token per kata.
  • Penghapusan stopwords (kata sambung) dan common words, seperti: “dengan”, “merupakan”, “visi”, “misi”, yang tidak memberikan topik dan makna pada teks yang ada.

“Kita ranking dari frekuensinya yang paling tinggi sampai yang rendah. Kemudian kita bikin semacam visualisasi word cloud ini, di mana kata-kata yang sering muncul itu tulisannya dalam bentuk lebih besar font-nya dan lebih tebal.

Analisis data mengungkap bahwa kata-kata yang paling sering muncul dalam dokumen visi dan misi Ganjar Pranowo dan Mahfud MD – yang disokong oleh PDI-Perjuangan dan sejumlah partai koalisinya – adalah kata “ekonomi”, “cepat” dan “digital”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*